REDELONG | MA — Aktivitas Gunung Burni Telong selama periode 1 hingga 15 Maret 2026 masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai. Meski secara visual terpantau relatif tenang, aktivitas kegempaan di bawah permukaan belum sepenuhnya stabil.
Berdasarkan laporan evaluasi terbaru, gunung api yang berada di Kabupaten Bener Meriah ini, umumnya terlihat jelas hingga sesekali tertutup kabut. Tidak teramati adanya hembusan asap dari kawah. Kondisi cuaca bervariasi, mulai dari cerah hingga hujan, dengan arah angin lemah hingga sedang ke berbagai penjuru. Suhu udara di sekitar gunung berkisar antara 14 hingga 28 derajat Celsius.
Namun demikian, hasil pengamatan instrumental menunjukkan aktivitas kegempaan yang masih didominasi Gempa Vulkanik Dalam (VA). Dalam periode tersebut, tercatat 85 kali gempa Vulkanik Dalam, 17 kali gempa tektonik lokal, dan 19 kali gempa tektonik jauh.
Plt Kepala Badan Geologi, Lina Saria, menyampaikan, meski terjadi penurunan aktivitas dibandingkan periode sebelumnya, jumlah gempa Vulkanik dalam masih berada di atas normal.
“Berdasarkan hasil evaluasi hingga pertengahan Maret 2026, aktivitas Gunung Burni Telong masih berada pada Level II atau Waspada.
“Masyarakat kami himbau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 3 kilometer serta menghindari area fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan,” ujarnya. Kamis (26/3/2026).





