Ia menambahkan, meskipun tidak teramati hembusan asap kawah, potensi erupsi tetap ada dan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sementara itu, hasil pemantauan tiltmeter menunjukkan grafik yang masih berfluktuasi, namun belum mengindikasikan adanya akumulasi tekanan yang signifikan menuju erupsi besar.
Selain potensi erupsi, ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah gas vulkanik berbahaya yang dapat muncul di sekitar area fumarol dan solfatara. Konsentrasi gas tersebut berisiko membahayakan apabila terhirup melebihi ambang batas aman, terutama saat kondisi cuaca mendung atau hujan.
Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan pos pengamatan gunung api serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi guna memastikan informasi terkini dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat.
Aktivitas Gunung Burni Telong akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Status dan rekomendasi akan diperbarui apabila terjadi perubahan signifikan. (Salhadi)




