“Saya tegaskan, jika ke-engganan Nova ini karena ia tidak percaya diri, maka sungguh ia belum punya kapasitas menjadi seorang pemimpin,” Pungkas Usman.
Laporan | Syawaluddin
BANDA ACEH (MA) – Gubernur Pemerintah Aceh, Nova Iriansyah terindikasi takut pada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Program Legislasi Nasional (Prolegnas), benarkah?.
Ucapan itu terlontar dari cibiran, Civitas Akademisi Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar, Pemerhati Pemerintahan dan Aktifis Sosial. Usman Lamreung; pada mediaaceh.co.id, Kamis, 6 April 2021 di Banda Aceh.
Usman melihat Komunikasi politik Aceh dengan pemerintah pusat di bawah Gubernur Nova Iriansyah sepertinya tidak berjalan dengan baik.
Terkesan Gubernur Aceh Nova Iriansyah minder alias kurang pede berhadapan dengan pejabat pemerintah pusat. Kondisi ini dinilai sangat merugikan Aceh.
“Terbukti dalam beberapa kali berkomunikasi dengan pemerintah pusat, Gubernur Aceh Nova Iriansyah sering mendelegasikan kepada bawahannya. Kondisi seperti ini sangat merugikan Aceh. Seharusnya Nova memanfaatkan momentum itu untuk melakukan lobby dengan Pusat, bukan malah menghindar,” katanya.
Kondisi itu terlihat dari beberapa contoh baru-baru ini, kunjungan Badan Legislasi (Banleg) DPR RI lalukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh guna mensosialisasi Rancangan Undang – Undang (RUU) Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2021 dan Perubahan Prolegnas Tahun 2020 – 2024 Gubernur tidak hadir.




