Yang mengherankan Nova berani melakukan itu pada pertemuan-pertemuan dan agenda-agenda yang membahas kepentingan Aceh dengan otoritas mutlak ada di tangan gubernur kepala daerah, yang melibatkan pihak-pihak dari lembaga-lembaga dengan kapasitas yang tidak main-main.
“Saya tegaskan, jika ke-engganan Nova ini karena ia tidak percaya diri, maka sungguh ia belum punya kapasitas menjadi seorang pemimpin,” Pungkas Usman. (*)














