Gelombang Demo Menghadang DPRK Aceh Selatan, Tuntut Status PPPK 

Para pendemo membentangkan spanduk rentang ketika menuju Gedung DPRK Aceh Selatan untuk menyampaikan tuntutan agar diangkat menjadi ASN-PPPK, Jumat, (17/1).(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN (MA) — Gelombang demonstrasi terus menghadang DPRK Aceh Selatan sebelum tuntutan mereka dikabulkan menjadi tenaga penuh waktu atau PPPK.

Setelah demo sebelumnya pada Senin, (13/1) yang dilakukan oleh ribuan tenaga kesehatan (Nakes), kali ini, Jumat, (17/1), unjuk rasa digelar tenaga honorer teknis, guru, dan operator sekolah di  daerah itu.

BACA JUGA...  Ketua Sementara Rema Mishul Azwa Dinilai Gagal Pimpin DPRK Aceh Selatan 

Pantauan wartawan, jumlah peserta pengunjuk rasa jauh lebih besar dari Nakes. Diperkirakan, hampir dua kali lipat mencapai dua ribuan.

Mereka menyampaikan aspirasi kepada dewan agar dapat dijadikan pemerintah sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Para pengunjuk rasa itu, tiba beberapa menit kemudian dari tempat mereka berkumpul di Halaman Komplek Kantor Dinas Pertanian dan Inspektor sekitar pukul 8.30 WIB.

BACA JUGA...  PDAM Perumda Tirta Pase Unit Panton Labu Ekstra Lakukan Pembersihan Jaringan

Pengunjuk rasa ini, berjalan kaki melambat dan tiba di sekitar Gedung DPRK Aceh Selatan, dan di sini sudah dinanti dengan pengawalan dari pihak keamanan Polres setempat.

Sebelumnya, beredar informasi, mereka akan berdemo pada Rabu, (15/1). Namun, belum mendapat izin dari Polres Aceh Selatan.

“Rencana kami, sebelum demo, beraudiensi dulu dengan DPRK,” kata salah seorang honorer di Tapaktuan,
Senin, (13/1), lalu.

BACA JUGA...  Temuan BPKP Aceh Wajib Ditindak Lanjuti, Haili Yoga: Sebagai Evaluasi 

Ternyata, setelah berkordinasi dengan para honorer dari berbagai kluster dan mendaftarkan surat pemberitahuan dari Polres Aceh Selatan, unjuk rasa pun berlangsung Jumat, (27/1) dengan tertib, sebagaimana seruan yang disampaikan oleh  salah seorang tenaga honorer Azwar.