“Kami ingin memastikan seluruh fondasi pendukungnya benar-benar siap, mulai dari SDM, sistem, proses bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, hingga tata kelola. Dengan persiapan yang baik, pengembangan bisnis dapat dilakukan secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Fadhil menyebut kesiapan lintas fungsi menjadi bagian penting dalam roadmap menuju bank devisa. Penguatan tersebut mencakup treasury, bisnis, manajemen risiko, kepatuhan, operasional hingga sumber daya manusia.
Pengembangan layanan devisa dinilai memiliki arti strategis bagi Aceh. Di tengah berkembangnya aktivitas perdagangan, investasi dan dunia usaha, layanan perbankan devisa diharapkan memperluas akses transaksi sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi Aceh dengan pasar nasional dan internasional.
Langkah itu sekaligus membuka peluang bagi Bank Aceh untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan.
Fadhil menegaskan proses menuju bank devisa tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator.
“Targetnya bukan hanya mendapatkan status sebagai bank devisa, tetapi bagaimana nantinya layanan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian Aceh,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















