NORMALISASI SEBAGAI KUNCI PEMULIHAN EKONOMI
DALAM rapat tersebut, Mendagri Tito Karnavian berbicara lugas. Fokus pemulihan, menurutnya, harus segera diarahkan pada normalisasi fasilitas publik, terutama kawasan permukiman dan pusat-pusat ekonomi rakyat.
Pasar tradisional yang terendam bukan hanya soal bangunan rusak, tetapi tentang pedagang kecil yang kehilangan penghasilan harian. Jalan yang tertutup lumpur bukan sekadar infrastruktur, melainkan akses hidup bagi petani, nelayan, dan buruh.
“Pembersihan areal permukiman dan seluruh fasilitas umum dan sosial menjadi prioritas, termasuk pasar. Ini sangat penting guna mempercepat pemulihan perekonomian warga yang terdampak banjir,” tegas Mendagri Tito Karnavian.
Arahan itu menegaskan bahwa pemulihan pasca-bencana tak boleh berhenti pada bantuan darurat. Negara dituntut hadir sampai roda ekonomi kembali berputar, sampai warga bisa bekerja tanpa rasa cemas akan banjir berikutnya.
DARI DARURAT KE REHABILITASI
BUPATI ARMIA dalam paparannya menjelaskan bahwa sejak hari pertama bencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bergerak bersama berbagai pihak. BNPB, Kemensos, TNI–Polri, relawan, hingga organisasi masyarakat sipil terlibat dalam penanganan darurat, evakuasi warga, serta distribusi logistik.





