DUKUNGAN MENDAGRI DAN UJIAN PEMULIHAN ACEH TAMIANG

Dukungan Mendagri dan Ujian Pemulihan Aceh Tamiang.

“Kami tidak ingin pemulihan hanya berhenti pada laporan. Yang kami perjuangkan adalah bagaimana masyarakat bisa kembali hidup normal, bekerja, dan merasa aman. Dukungan pemerintah pusat memberi kami keyakinan bahwa Aceh Tamiang tidak berjalan sendirian.”

[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Bupati Aceh Tamiang].

AIR BAH itu datang tanpa kompromi. Dalam hitungan jam, hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu dan pesisir timur Aceh Tamiang berubah menjadi bencana hidrometeorologi yang melumpuhkan.

BACA JUGA...  SAAT AIR TAK LAGI JINAK

Sungai meluap, jalan terputus, pasar terendam, dan ribuan warga harus mengungsi. Di balik statistik kerusakan, ada kisah kehilangan, ketidakpastian, dan perjuangan panjang untuk bangkit.

Di tengah situasi itulah, kehadiran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian ke Aceh Tamiang menjadi lebih dari sekadar agenda protokoler. Ia menjadi simbol perhatian negara, sekaligus ujian konkret atas seberapa cepat dan adil pemulihan pasca-bencana dijalankan.

BACA JUGA...  Dana Banjir Aceh Tamiang Dikelola Pusat, Pemda Hanya Verifikasi

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, tak menutupi rasa harunya. Usai memaparkan kondisi daerahnya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana, Senin, 22 Desember 2025, Armia menyampaikan apresiasi terbuka atas dukungan penuh pemerintah pusat.

“Kehadiran Bapak Mendagri hari ini memberikan semangat baru bagi kami dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang. Dukungan pusat sangat krusial agar proses pemulihan, baik infrastruktur maupun ekonomi warga, dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Armia.

Namun, di balik kalimat resmi itu, Aceh Tamiang menyimpan pekerjaan rumah besar; membersihkan lumpur, memperbaiki jalan, menormalkan pasar, dan memulihkan denyut ekonomi warga kecil yang paling terdampak.