KPA Sabang Menanti Komando Mualem, Jika Empat Pulau Tak Kembali, Aceh Bangkit!

Senin, 16 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SABANG | MA Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kota Sabang akhirnya bersuara keras dan lantang.

Mereka menyatakan siap bangkit jika Pemerintah Pusat, melalui Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tak segera mencabut keputusan kontroversial yang mencaplok empat pulau Aceh Singkil ke wilayah Sumatera Utara.

Dalam pernyataan terbuka kepada publik, Fikri, Pengurus KPA Sabang, menegaskan bahwa pihaknya menanti satu hal yaitu komando dari Panglima GAM, Muzakir Manaf (Mualem), yang kini menjabat sebagai Gubernur Aceh.

BACA JUGA...  Ketua KPA Wilayah Simeulue Ajak Masyarakat Dukung Mualem-Dek Fad 

“Jika Mualem memberi aba-aba, kami tak sekadar berdiri. Kami bergerak. Kami bertindak,” tegas Fikri dalam keterangannya, Senin (16/6/2025) di Sabang.

Pernyataan tersebut muncul di tengah membesarnya gelombang kemarahan rakyat Aceh atas keputusan sepihak Mendagri yang dianggap melecehkan martabat Aceh dan menabrak konstitusi perdamaian yang disepakati dalam MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

BACA JUGA...  Pemerintah Kota Sabang Kembali Meraih Opini WTP dari BPK RI

Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Tokong Pering bukan wilayah abu-abu. Mereka adalah tanah sah Aceh Singkil, baik secara administratif, historis, maupun sosiokultural.

Langkah Mendagri Tito mencoret empat pulau itu dari peta Aceh adalah tindakan sewenang-wenang dan tanpa dasar hukum yang jelas.

Berita Terkait

Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:30 WIB

Aceh Siapkan Payung Hukum Rute Menuju Penang

Minggu, 6 September 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:00 WIB

KPEA Soroti Pergeseran Tradisi Pernikahan Aceh

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Berita Terbaru

Tgk Agam saat konferensi pers terkait tudingan kekerasan

HUKOM

Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik

Rabu, 9 Sep 2026 - 23:25 WIB

PEMERINTAHAN

Sekda Aceh Barat Pimpin Pra Rapim DAK dan BKK

Rabu, 9 Sep 2026 - 23:00 WIB

PEMERINTAHAN

DPR Setujui RUU Reforma Agraria

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:53 WIB