Dugaan Korupsi Eks Kombatan GAM Sebesar Rp 650 M Diserahkan Ke Jaksa

Rabu, 25 Januari 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | AP-Dugaan korupsi besar-besaran yang diduga melibatkan para eks kombatan sebesar Rp.650 Miliar memasuki tahap baru setelah LSM GeRAK Aceh melakukan penyerahan berkas dugaan korupsi dana hibah tersebut ke Kejaksaan Tinggi Aceh, Selasa, 24 Januari 2017, sekitar Pukul 10.00  WIB.

Saat melakukan penyerahan berkas dugaan korupsi itu, dari pihak GeRAK Aceh diwakili langsung Koordinator, Askalani, Ahyuhuddin (Divisi Penanganan Korupsi), Mahmudin (Bagian Investigasi dan Data), Efan Saputra (Bagian Pengelola Data), Penas dan Ayu (membidangi perempuan).  Sedangkan pihak Kejati Aceh turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Raja Nafrizal, SH, Wakil Kejaksaan Tinggi Aceh, ), Mansur, S.H.  dan 15 orang anggota Kejati Aceh yang mewakili di setiap bidang.

BACA JUGA...  Wapres HPI Ajak Gubernur Sumsel Pertukaran Mahasiswa se-Indonesia

Sebelum penyerahan dokumen tersebut, Ketua GeRAK Aceh, Askalani menyampaikan beberapa catatan hasil kajian dan temuan hasil monitoring kepada jajaran kejaksaan, seperti pembangunan beberapa aset peternakan ayam yang diberikan kepada penerima dinilai tidak tepat karena belanja yang digunakan merupakan belanja barang yang akan diserahkan kepada pihak ketiga (kode rekening 522.23) dan bukan belanja moda| ( kode rekening 52.3)

“Dinas SKPA tidak melakukan verivikasi faktual secara menyeluruh kepada penerima hibah (budidaya ayam petelur, dan penggemukan sapi) akan tetapi hanya berdasarkan proposal yang dlajukan oleh koperasi, yayasan dengan mendapat persetujuan dari KPA dan Wakil Gubernur Aceh,” beber Ashkalani di depan petinggi Kejati Aceh.

BACA JUGA...  PKA-8 Diundur ke November 2023

Selain itu beber aktivis anti korupsi itu, juga ditemukan adanya dugaan potensi konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa antara pengusul program dengan pimpinan SKPA dan kontraktor yang memenangkan program kegiatan (adanya gratifikasi-red).

“Veriflkasi yang dilakukan oleh SKPA hanya sebatas calon penerima /lokasi akan tetapi kelayakan usaha, resiko  usaha serta dokumen lainnya tidak pernah menjadi bahan pertlmbangan,” ujarnya.

Kemudian ungkap Askalani, pemberian hibah (bantuan budidaya ayam petelur) kepada koperasi penerima tidak tepat, karena koperasi tersebut tidak berpengalaman dan didirikan hampir bersamaan dengan program kegiatan yang diusulkan, dan dari SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) bukan bergerak dalam bidang peternakan tetapi bergerak di bidang perdagangan dan enceran.

BACA JUGA...  Basmi Narkoba dan LGBT, Kombatan GAM Puji Kinerja Kapolres Aceh Utara

“SKPA diduga tidak melakukan monitoring dan evaluasi yang diberikan dalam bentuk hibah dan bansos,” tegas Askalani lagi.

Terakhir ungkap Askjalani, SK Gubernur Aceh (Naskah Perjanjian Hibah) untuk penerima hibah tidak dibuat sehingga kewajiban dan tanggungjawab penerima tidak jelas, dan banyak calon penerima hibah tidak memenuhi syarat sebagai penerima hibah disebabkan tahapan verifikasi tidak seluruhnya dilakukan oleh dinas teknis (SKPA).

“Bantuan itu disalurkan hanya berdasarkan usulan KPA (Komite Peralihan Aceh) Kabupaten/Kota dan surat penetapan oleh Bupati/Wali Kota serta belum berbadan hukum terutama dari Kelompok Usaha Bersama,” pungkasnya. [BNC]

Berita Terkait

Lima Hari Banjir di Aceh Selatan, Ratusan Korban Masih Mengungsi
Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi
Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka
Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara
Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga
Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:45 WIB

Lima Hari Banjir di Aceh Selatan, Ratusan Korban Masih Mengungsi

Minggu, 1 November 2026 - 12:29 WIB

Dua Bulan Terakhir, Polres Aceh Tengah Berhasil Bongkar 13 Kasus Narkotika dan Amankan 22 Tersangka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:06 WIB

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB