DPRA Jadi “DPRB”, Pen Kutaraja Minta Mualem Segera Ganti Ketua

Senin, 2 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Arifin alias Pen Kutaraja.

Arifin alias Pen Kutaraja.

BANDA ACEH  | MA — Penyebutan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebagai “DPRB” mengemuka sebagai bentuk sindiran politik atas kondisi pimpinan lembaga legislatif Aceh yang dinilai terlalu didominasi oleh politisi asal Kabupaten Bireuen.

Sindiran tersebut disampaikan Arifin alias Pen Kutaraja, mantan kombatan yang kini menjabat sebagai CEO sebuah media online. Menurutnya, istilah “DPRB” digunakan sebagai kritik keras terhadap ketimpangan representasi wilayah di tubuh DPRA.

BACA JUGA...  Mualem Diingatkan Jangan Kangkangi Keputusan Tuha Peut Pusat

Saat ini, dua unsur pimpinan DPRA diketahui berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Bireuen, yakni Zulfadli dari Partai Aceh dan Syaifuddin dari Partai NasDem. Dominasi itu berpotensi semakin menguat menyusul informasi bahwa Dewan Pimpinan Wilayah PKB Aceh akan dipimpin oleh Haji Ruslan Daud (HRD), mantan Bupati Bireuen.

Jika PKB Aceh resmi dipimpin HRD, maka unsur pimpinan DPRA dari PKB secara otomatis juga akan dikendalikan oleh politisi asal Bireuen. Kondisi tersebut memunculkan kesan bahwa DPRA tidak lagi merepresentasikan seluruh wilayah Aceh secara seimbang.

BACA JUGA...  Nasir Djamil: PLN Berhenti Menyengsarakan Rakyat Aceh

“Itu Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, bukan Dewan Perwakilan Rakyat Bireuen. Istilah ‘DPRB’ adalah sindiran atas dominasi satu daerah dalam unsur pimpinan,” tegas Arifin, Senin, 2 Februari 2026.

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB