BENCANA ekologis dan hidrometeorologi yang sebelumnya melanda wilayah tersebut menyisakan dampak yang cukup signifikan, baik terhadap infrastruktur maupun kondisi lingkungan kerja.
Dalam situasi seperti itu, potensi risiko kerja meningkat. Permukaan yang licin, material sisa bencana, hingga kondisi fisik pekerja yang tidak stabil menjadi tantangan tersendiri.
Di sinilah peran Fayeed menjadi krusial. Ia memastikan setiap pekerja memahami dan mematuhi prosedur keselamatan kerja yang telah ditetapkan.
Di lapangan, Fayeed dikenal sebagai sosok yang tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Ia secara konsisten mengingatkan pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
Helm keselamatan, rompi reflektif, dan sepatu kerja menjadi perlengkapan wajib yang tidak boleh diabaikan.
Setiap pagi sebelum aktivitas dimulai, Fayeed memimpin briefing “Safety First”. Dalam sesi ini, ia menyampaikan potensi risiko yang mungkin terjadi selama pekerjaan berlangsung serta langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan.
Briefing ini menjadi bagian dari rutinitas yang tidak pernah dilewatkan, bahkan dalam kondisi pekerjaan yang padat sekalipun.
Pada Jumat sore, 17 April 2026, Fayeed kembali memimpin briefing di lokasi SKB bersama Foreman di PT WiKA, Zulham Efendi.




