Program Disiplin dan Tahfiz Warnai Kebangkitan di SMP Negeri 6 Baktiya

Para siswa-siswi SMP Negeri 6 Baktiya yang dipandu oleh dewan guru sedang yasinan pada setiap Jum'at.

ACEH UTARA | MA — Transisi kepemimpinan di SMP Negeri 6 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, mulai menunjukkan perubahan positif. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah baru, Khaidir Rasyid, SE., M.Pd, berbagai langkah pembenahan perlahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

SMP Negeri 6 Baktiya yang terletak di Gampong Matang Raya Barat, Kecamatan Baktiya, selama ini menjadi salah satu sekolah menengah pertama yang mendapat dukungan dari beberapa sekolah dasar di sekitarnya, di antaranya SD Negeri 10 Baktiya dan SD Negeri 2 Baktiya. Kehadiran dua sekolah dasar tersebut menjadi sumber utama peserta didik baru bagi SMP Negeri 6 Baktiya setiap tahunnya.

BACA JUGA...  Disiplin Tanpa Kompromi di Zona Bencana

Sekolah ini memiliki sejarah tersendiri. SMP Negeri 6 Baktiya dibangun pada tahun 2012 oleh lembaga internasional United States Agency for International Development sebagai bagian dari program pembangunan pasca konflik dan bencana di Aceh. Meski memiliki fasilitas yang cukup baik sejak awal berdirinya, perjalanan sekolah ini tidak selalu berjalan mulus.

Dalam beberapa tahun terakhir, SMP Negeri 6 Baktiya sempat mengalami berbagai kendala yang membuat perkembangan sekolah berjalan lambat. Bahkan, sebagian masyarakat menggambarkan kondisi sekolah tersebut dengan peribahasa “hidup segan mati tak mau”, yang menggambarkan stagnasi dalam berbagai aspek, baik dari segi kedisiplinan siswa, semangat belajar, maupun manajemen sekolah.