Diduga Pembangunan Gedung Pusat Data dan Informasi Lhokseumawe Sarat Korupsi

  • Bagikan
Plang Proyek Pembangunan Gedung Pusat Data dan Informasi Kota Lhokseumawe.

 36 total views,  6 views today

Lhokseumawe (MA) Pembangunan Gedung Pusat Data dan Informasi Kota Lhokseumawe yang di bangun oleh CV. Sinar Mutiara dengan anggaran Rp 1.672.458.000 bersumber dari APBK DOKA 20021 diduga sarat dengan Korupsi.

Pasalnya bangunan yang di bangun di pekarangan halaman Dinas Pendidikan, Mongudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dikerjakan asal jadi, hal itu terlihat dari adukan semen dan pasir tidak ada takaran. Selanjutnya atap rangka baja dan kosen yang di gunakan sangat tipis.

Kemudian pemborong menggunakan pasir kotor bercampur batu (sertu) untuk pengecoran pondasi, seharusnya menggunakan pasir bersih dan batu bersih sesuai dengan standar bangunan agar bangunan lebih kokoh dan kuat.

Bangunan Gedung Pusat Data dan Informasi Kota Lhokseumawe.

Selain itu, sejumlah pekerja proyek tersebut tidak didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan, bahkan gaji pekerja tidak dibayar, hal itu di keluhkan oleh salah seorang pekerja bernama Jamil. Dirinya tidak di bayangrkan gajinya sebesar Rp 1 juta.

Dalam Pasal 17 UU No 24 Tahun 2011, diterangkan bahwa pemberi kerja selain penyelenggara negara yang tidak mendaftarkan kepesertaan BPJS karyawan dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis dan denda. Teguran tertulis diberikan paling banyak 2 kali masing-masing untuk jangka waktu paling lama 10 hari kerja.

Sanksi denda diberikan untuk jangka waktu paling lama 30 hari sejak berakhirnya pemberian sanksi teguran kedua. Denda dikenakan setiap bulan sebesar 0,1% dari iuran yang seharusnya dibayarkan.

Kepada pihak kepolisian dan kejaksaan diharapkan dapat mengawasi mutu dan kualitas pembangunan Gedung Pusat Data dan Informasi Kota Lhokseumawe supaya tidak terjadi korupsi yang merugikan negara.

“Terkait ada pekerja yang belum di bayar gaji itu bukan tanggung jawab kami perusahaan, sebab kami sudah membayar lunas pada mandor borongan. Jangan bawa-bawa nama perusahaan kami,” Kata Adi Kontraktor CV. Sinar Mutiara yang di temui di lokasi proyek. Senin (22/11/2021).

Saat di tanyakan pekerja tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dirinya menjawab sudah di bayar semuanya Rp 4,5 juta.(*).

Laporan : Mulyadi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...