ACEH BESAR| mediaaceh.co.id – Di sebuah desa kecil bernama.Gampong Paya, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, angin sepoi-sepoi membawa aroma garam dari laut yang menyentuh setiap sudut rumah.
Di sana, hidup seorang gadis kecil bernama Naila Annisa, yang meskipun tidak bisa mendengar, mampu melihat dunia dengan warna-warna yang luar biasa.
Naila adalah siswi kelas 4 di Sekolah Luar Biasa (SLB) YPAC Banda Aceh. Dari tangannya yang mungil dan lihai, lahir lukisan-lukisan yang memukau.
Setiap goresan kuasnya adalah cerita, setiap warna adalah ungkapan perasaannya.
Meskipun dunia Naila sunyi, lukisannya bersuara lantang, berbicara tentang mimpi-mimpi dan harapan yang tak terbatas.
Pada suatu hari, Naila menerima kunjungan yang tak terduga dari seorang tokoh terhormat di Aceh.
Dialah H. Musannif, Ketua Yayasan Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, yang juga dikenal sebagai Calon Bupati Aceh Besar.
Kehadirannya membawa harapan baru bagi Naila dan keluarganya.
Dengan senyum hangat dan pandangan penuh perhatian, H. Musannif mendengarkan cerita Naila.
Lewat bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh seorang guru, Naila mengisahkan perjalanan hidupnya.
Dia menceritakan bagaimana dia mulai melukis, bagaimana ia memenangkan berbagai kejuaraan melukis di tingkat daerah, dan akhirnya meraih juara 1 di tingkat provinsi Aceh.




