Dewan Gelar Paripurna Istimewa HUT Ke-819 Kota Banda Aceh

Dewan Perwakilan Rakyat Kota
Rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-819 Kota Banda Aceh. Foto: Ist

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-819 Kota Banda Aceh yang jatuh pada hari ini, Senin (22/4/2024).

Rapat berlangsung di ruang paripurna utama Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) yang dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dipimpin oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, didampingi Wakil Ketua I, Usman, dan Wakil Ketua II, Isnaini Husda. Rapat paripurna ini juga dihadiri Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin.

Selain itu juga dihadiri forkopimda, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, M. Si, Dandim 0101/KBA, Kolonel Czi Widya Wijanarko, S.Sos., M.Tr (Han), Kajari Kota Banda Aceh, Irwansyah, SH, MH, dan para pimpinan SKPK Kota Banda Aceh.

Rapat paripurna peringatan HUT ke-819 Kota Banda Aceh ini berlangsung meriah karena seluruh anggota dewan memakai busana adat Aceh sehingga suasana rapat terlihat semarak dan ceria. Rapat ini juga turut dihadiri oleh mantan ketua DPRK dan mantan wali Kota dan wakil Walikota Banda Aceh pada periode sebelumnya.

BACA JUGA...  Komisi III Tinjau Mal Pelayanan Publik Banda Aceh

Pada kesempatan itu, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyampaikan peringatan hari jadi ke-819 Kota Banda Aceh sebagai salah satu kota tua di Indonesia yang erat kaitannya dengan sejarah kegemilangan Kerajaan Aceh Darussalam.

“Maka, berkaca dari sejarah kejayaan masa lalu, hari ini juga akan menjadi bagian dari sejarah bagi masa mendatang dalam mengisi, membangun, dan mengelola kota ini,” kata Farid Nyak Umar.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan, peringatan hari ulang tahun atau hari jadi ini hendaknya dapat menjadi sebuah momentum yang tepat untuk bermuhasabah atau introspeksi diri, serta memperbarui komitmen dalam memberikan bakti dan karya nyata bagi perkembangan dan kemajuan Kota Banda Aceh ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA...  Massa Demo Gedung DPRK Bener Meriah

“Itu semua kita lakukan sebagai wujud implementasi dan ungkapan terima kasih, rasa syukur, dan kebanggaan kita pada kota tercinta. Semoga kita bisa mengisi pembangunan kota agar Banda Aceh menjadi lebih baik di masa depan,” tutur Farid yang juga Ketua DPD PKS Banda Aceh.

Sekilas tentang Kota Banda Aceh, kota yang dikenal sebagai kota tua yang erat kaitannya dengan sejarah gemilang Kerajaan Aceh Darussalam. Di masa kesultanan, Banda Aceh dikenal sebagai Bandar Aceh Darussalam. Kota ini dibangun oleh Sultan Johan Syah pada hari Jumat, tanggal 1 Ramadhan 601 H (22 April 1205 M). Saat ini, Banda Aceh telah berusia 813 tahun. Banda Aceh merupakan salah satu kota Islam Tertua di Asia Tenggara. Kota Banda aceh juga memerankan peranan penting dalam penyebaran islam ke seluruh Nusantara/ Indonesia. Oleh karena itu, kota ini juga dikenal sebagai Serambi Mekkah.

BACA JUGA...  Sidang Perdana DPRK Sabang 2017-2018 Digelar

Di masa jayanya, Bandar Aceh Darussalam dikenal sebagai kota regional utama yang juga dikenal sebagai pusat pendidikan islam. Oleh karena itu, kota ini dikunjungi oleh banyak pelajar dari Timur Tengah, India dan Negara lainnya. Bandar Aceh Darussalam juga merupakan pusat perdagangan yang dikunjungi oleh para pedagang dari seluruh dunia termasuk dari Arab, Turki, China, Eropa, dan India. Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan saat dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636), yang merupakan tokoh legendaris dalam sejarah Aceh.

 Banyak dari pelajar dan pedagang pendatang ini akhirnya menetap di Aceh dan menikah dengan wanita lokal. Hal ini menyebabkan adanya pembauran budaya. Hingga saat ini, budaya-budaya masih menyisakan pemandangan di sudut-sudut kota Banda Aceh. Misalnya di Budaya Pecinan di Gampong Peunayong dan peninggalan kuburan Turki di Gampong Bitai. (ADV)