BANDA ACEH (MA) – Dek Fadh Center, sebagai tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Mualem-Dek Fadh, menyampaikan kekecewaan mendalam atas terhentinya debat ketiga pasangan calon gubernur Aceh yang seharusnya menjadi ajang penting untuk menyampaikan visi, misi, dan program strategis bagi masa depan Aceh.
Debat yang digelar tadi malam dihentikan karena insiden yang dipicu oleh penggunaan alat bantu komunikasi oleh salah satu kandidat pasangan nomor urut 01. Alat tersebut, yang terpasang di kerah baju, memicu protes keras dari pendukung pasangan nomor urut 02. Sayangnya, situasi ini tidak dapat diselesaikan dengan cepat sehingga menyebabkan debat tidak dapat dilanjutkan.
Ketua Umum Dek Fadh Center Aceh, Nasrul Sufi, S.Sos, MM, pada media lewat siaran persnya, Rabu, (20/11) menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh untuk memberikan sanksi dan peringatan tegas terhadap pelanggaran tersebut.
Menurutnya, insiden ini merugikan publik Aceh yang menantikan gagasan besar dari para kandidat.
Kesiapan Mualem-Dek Fadh yang Tak Tersampaikan
Nasrul Sufi menjelaskan bahwa pasangan Mualem-Dek fadh telah mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk debat ketiga ini. Dengan performa prima, penguasaan materi yang optimal, serta rencana kerja yang terperinci, Mualem-Dek Fadh siap menyampaikan berbagai program strategis yang bertujuan membawa Aceh lebih maju.
Halaman : 1 2 Selanjutnya















