“Sentuh hati rakyat,” pesan Armia, singkat namun bermakna. Ia juga mengingatkan para taruna untuk menjaga etika, menghormati kearifan lokal, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat setempat.
DI BAWAH terik matahari Lapangan Upacara Yonif 111 Raider/Karma Bakti, Tualang Cut, Jumat pagi itu, 23 Januari 2026 lalu ada prosesi penting, ribuan taruna berdiri tegap. Seragam hijau, biru, cokelat, dan abu-abu berbaur menjadi satu.
Sebanyak 2.003 personel gabungan [Taruna Akmil, AAL, AAU, Akpol, Taruna Poltek SSN, hingga Kadet Universitas Pertahanan RI] resmi diterima untuk mengikuti Latihan Integritas Taruna Wreds Nusantara (Latsitardanus) ke-46 di Kabupaten Aceh Tamiang.
Apel penerimaan dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Dalam sambutannya, Armia tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat datang.
Ia meletakkan latihan ini dalam bingkai yang lebih besar; pemulihan pasca bencana hidrometeorologi yang masih membekas di banyak sudut daerah berjuluk Bumi Muda Sedia itu.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, saya ucapkan selamat datang di Bumi Muda Sedia. Kehadiran kalian adalah kehormatan besar sekaligus berkah bagi kami,” kata Armia di hadapan para taruna.
Bagi para peserta, Latsitardanus ke-46 merupakan tahapan akhir pendidikan sebelum dilantik menjadi perwira oleh Presiden Republik Indonesia pada akhir Juli 2026.



