TNI HADIR MENGOBATI LUKA, MEMULIHKAN ASA DI TANAH TAMIANG

“Pengabdian prajurit TNI bukan hanya soal pertahanan negara, tetapi soal kehadiran di saat rakyat paling membutuhkan. Taruna dan Kadet hari ini tidak sedang berlatih perang, mereka sedang belajar kemanusiaan; membersihkan sekolah, menyediakan air bersih, mendampingi anak-anak, dan membantu masyarakat bangkit dari trauma bencana.”

[Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Panglima TNI].

  • Ketika seragam tak hanya berarti kekuatan, tetapi juga pengabdian
BACA JUGA...  Lima Ribu Sertifikat Peruntukkan Lahan Kelapa Sawit di Aceh Tamiang

AIR BAH yang menyapu Aceh Tamiang tak hanya merobohkan rumah dan fasilitas publik. Ia juga meruntuhkan rasa aman, merenggut ruang bermain anak-anak, memutus rutinitas sekolah, dan menyisakan trauma panjang bagi warga.

Di banyak sudut kampung, lumpur masih mengering di dinding sekolah, sisa banjir masih melekat di lantai masjid, dan aroma bencana belum sepenuhnya hilang.

BACA JUGA...  Implementasi Peningkatan Mutu Pelaksanaan PSR di Aceh Tamiang

Di tengah situasi itu, Rabu, 28 Januari 2026 lalu menjadi bukti penguatan TNI, tampak iring-iringan kendaraan militer memasuki Kuala Simpang. Bukan sekadar kunjungan protokoler.

Kehadiran Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, bersama para pimpinan TNI lintas matra, membawa pesan yang lebih dalam, bahwa; pemulihan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang memulihkan kehidupan manusia.