Trauma healing bagi anak-anak, dukungan psikososial bagi keluarga terdampak, serta edukasi tentang sanitasi dan air bersih menjadi bagian dari pengabdian yang diharapkan. Pasca banjir, persoalan kesehatan lingkungan dan psikologis masih menghantui banyak warga Aceh Tamiang.
“Sentuh hati rakyat,” pesan Armia, singkat namun bermakna. Ia juga mengingatkan para taruna untuk menjaga etika, menghormati kearifan lokal, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat setempat.
Kehadiran taruna di tengah kampung-kampung warga, kata Armia, harus menjadi sumber harapan, bukan sekadar formalitas program.
NEGARA HADIR DI TENGAH PEMULIHAN
PENUGASAN Latsitardanus ke-46 di Aceh Tamiang akan berlangsung hingga 16 Februari 2026.
Dalam rentang waktu itu, masyarakat menaruh harapan besar pada kehadiran ribuan calon perwira tersebut; bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi sebagai tangan-tangan nyata yang membantu membersihkan, memulihkan, dan menguatkan kembali sendi kehidupan warga.
Bagi Aceh Tamiang yang masih berjuang keluar dari bayang-bayang bencana, Latsitardanus menjadi lebih dari sebuah latihan.
Ia menjelma perjumpaan antara negara dan rakyat, antara disiplin militer dan empati kemanusiaan.




