Namun, Armia menegaskan, tugas tahun ini memiliki bobot yang berbeda. Mengacu pada arahan Presiden dan Panglima TNI, Latsitardanus diarahkan ke Aceh sebagai bentuk kehadiran nyata negara di wilayah yang tengah bangkit dari bencana. Aceh Tamiang menjadi salah satu lokus penting.
“Saya minta kalian memegang teguh semangat Latsitardanus untuk Aceh Tamiang Bangkit,” tegas Armia.
Para taruna akan disebar dan mengabdi di empat kecamatan; Rantau, Manyak Payed, Karang Baru, dan Kota Kuala Simpang. Wilayah-wilayah ini sebelumnya terdampak banjir besar yang merusak fasilitas publik, mengganggu layanan dasar, dan meninggalkan trauma sosial di tengah masyarakat.
LEBIH DARI LATIHAN MILITER
DALAM arahannya, Armia menekankan bahwa Latsitardanus bukan sekadar latihan kedisiplinan dan integrasi antarmatara. Ia meminta para taruna hadir sebagai solusi di tengah warga.
Fokus pertama adalah pemulihan fasilitas publik. Pembersihan dan penataan kembali fasilitas kesehatan, sekolah, tempat ibadah, hingga perkantoran menjadi prioritas agar aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat bisa segera berjalan normal.
Fokus kedua, yang menurut Armia tidak kalah penting, adalah sasaran non-fisik; menyentuh langsung sisi kemanusiaan warga.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















