oleh

Bupati Gayo Lues Dan Kapolda Aceh Musnahkan Ladang Ganja Di Puncak Agusen

BLANGKEJEREN (MA) – Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil, bersama Bupati Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Muhammad Amru lakukan pemusnahan ladang Ganja di pengunungan Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Rabu, 4 Maret 2020.

Pemusnahan 25 Hektar ladang ganja yang terdapat di 10 titik lokasi, langsung dipimpin langsung Kapolda Aceh bersama Bupati Gayo Lues dan Kapolres AKBP Rudi Setiawan. S.I.K, M,SI serta jajarannya dari Polres, berikut dari TNI.

Rombongan berangkat dengan menumpangi helikopter milik TNI AD kelokasi ladang ganja yang terletak di puncak gunung Agusen. Kapolda dampingi sejumlah petinggi, dijajarannya, diantaranya seperti Kombes Pol, Dedy Irianto, S.H., M.H KAROOPS, Kombes Pol, Rudy Ahmad Sudrajat, S.I.K., M.H. DIRRESNARKOBA, AKBP, Brury Soekotjo Adhyakso Putro, S.I.K.

Baca Juga :

Presiden Minta Pengentasan Kemiskinan Terkonsolidasi, Terintegrasi, dan Tepat Sasaran

Cuaca Panas, Tak Pengaruhi Mental Personel Kodim 0104/Atim Laksanakan Pra TMMD Ke-107

Kapolda dalam rilis yang disampaikan mediaaceh.co.id mengatakan, ladang ganja seluas 25 hektar tersebut sudah musnahkan. Dalam oprasi gabungan, pihak Kapolisian berhasil mengamankan satu orang tersangkanya.

“Saya meminta dalam pemberantasan penanaman ganja dan peredaran narkoba, agar rekan-rekan dapat bekerja sama untuk pemberantasannya, karena kalau pihak Polisi saja sangat sulit untuk melakukannya,” tegas Kapolda.

Untuk itu lanjut Kapolda, akan terus berantas tanaman Ganja diseluruh Aceh sesuai dengan peraturan, dan Undang-undang yang berlaku, ucapnya.

Bupati Gayo Lues, H.Muhammad Amru menambahkan, untuk menghentikan masyarakat menanam ganja, perlu di lakukan pembenahan terhadap ekonomi mereka.

Baca Juga :

Pembangunan Jalan Pada Pra TMMD ke-107 Tahap Penimbunan Badan Jalan

Secara Simbolis Camat Lhoknga Tempel Stiker PKH di Rumah Warga

Hampir 900 orang warga Gayo Lues terjerat kasus ganja dan mendekam di beberapa Lembaga Pemasyarakatan di Nusantara dan sebahagian buronan sehingga masa depan keluarga mereka sangat memprihatinkan.

Untuk itu dalam pembenahan perlu mensosialisasikan tanaman yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat, melalui tanaman sayur-sayuran hingga tanaman tua seperti kopi, coklat serta tanaman lain yang bisa menghasilkan untuk kebutuhan keluarga mereka, paparnya. (M Hasan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..