Ia adalah simbol kehadiran negara yang nyata [menyapa, mendengar, dan merespons langsung kebutuhan masyarakatnya].
Bagi warga Sekerak, sembako yang diterima mungkin akan habis dalam hitungan waktu. Namun perhatian dan kepedulian yang mereka rasakan hari itu, akan tinggal lebih lama [menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri]. [].




