BERBEDA dari pola distribusi sebelumnya yang terpusat di Kantor Bupati, kali ini penyaluran dilakukan dengan pendekatan “jemput bola”. Pemerintah menyadari, tidak semua warga memiliki kemampuan untuk datang langsung mengambil bantuan.
Langkah ini menjadi bentuk empati sekaligus solusi konkret atas kendala geografis yang selama ini dihadapi masyarakat. Penyaluran dilakukan langsung ke kampung-kampung, seperti Kampung Sekumur, Kampung Sulum, dan Kampung Tanjung Gelumpang.
Setiap bantuan disalurkan berdasarkan kepala keluarga (KK), guna memastikan distribusi berjalan adil dan merata. Warga yang menerima pun tampak lega [sebagian dari mereka mengaku baru kali ini mendapatkan bantuan tanpa harus menempuh perjalanan jauh].
Amanah Presiden untuk Daerah
DALAM sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bantuan sembako tersebut merupakan titipan langsung dari Presiden untuk masyarakat Aceh Tamiang.
Sebelumnya, bantuan serupa telah disalurkan kepada warga di Huntara Danantara Simpang Empat Opak serta masyarakat di sekitar Kantor Bupati.
Distribusi bertahap ini, menurutnya, dilakukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat tersentuh secara merata, tanpa terkecuali.
“Bantuan ini adalah amanah dari Presiden RI untuk masyarakat Aceh Tamiang. Kami pastikan penyalurannya tepat sasaran dan menyentuh seluruh wilayah.”
Kehadiran pemerintah pusat melalui bantuan ini menjadi penguat bahwa sinergi antara pusat dan daerah terus berjalan, terutama dalam merespons kebutuhan masyarakat di masa sulit.




