Itulah mengapa, dalam proposal yang diserahkan kepada BNPB, Bupati Armia turut menyertakan pengajuan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana; sebuah langkah untuk memastikan pemulihan bukan sekadar janji.
“Ini guna mempercepat pemulihan dan memastikan perlindungan terbaik bagi masyarakat Aceh Tamiang,” tegasnya.
Dari Tamiang untuk Aceh, Dari Aceh untuk Indonesia.
Langkah Bupati Armia membawa sebelas usulan ke BNPB adalah cermin dari semangat Aceh Tamiang menolak menyerah pada nasib.
Dari daerah yang saban tahun diguyur banjir, kini muncul upaya konkret untuk membalik cerita; dari daerah terdampak menjadi daerah tangguh.
Ketika air kembali naik suatu hari nanti, semoga yang mengalir bukan lagi duka, tapi keyakinan bahwa kerja keras dan kolaborasi telah menanamkan pondasi baru; pondasi ketahanan yang lahir dari kesadaran, bahwa bencana bisa datang kapan saja, tapi kesiapsiagaan harus ada setiap waktu. [].

![Bupati Aceh Tamiang Bawa 11 Usulan ke BNPB, Jemput Harapan dari Tanah Rawan Banjir. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2025/10/Compress_20251029_141213_3531.jpg)












