ACEH SINGKIL (MA) – Ketua Corruption Investigation Committee (CIC) Aceh Singkil, Khairul Amry, Minggu, (21/7) mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi beberapa desa yang masih belum ditangani secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam mengatasi kemiskinan.
Menurut Khairul Amry, meskipun Kabupaten ini telah keluar dari predikat sebagai kabupaten termiskin se-Aceh, beberapa desa seperti Desa Situban Makmur, Lebalno, dan Guha, masih menghadapi berbagai tantangan signifikan.
Seperti Desa Sintuban Makmur, meskipun telah berkembang sejak pemekaran pada tahun 2001, masih mengalami isolasi akibat kurangnya akses jalan yang layak. Saat musim hujan, akses keluar ke kota menjadi sulit karena genangan air dan jembatan yang belum dibangun.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan, sumber ekonomi utama masyarakat hanya dari menangkap ikan sungai, sementara sebagian besar lahan mereka dikuasai oleh PT. Delima Makmur,” ungkap Khairul.
Desa Lae Balno Trans Dua, infrastruktur seperti jalan yang belum diaspal dan kondisi rumah yang memerlukan perbaikan menjadi kendala utama. Selain itu, status lahan perkebunan masyarakat transmigrasi yang tidak jelas setelah 14 tahun juga menghambat potensi ekonomi mereka.
Halaman : 1 2 Selanjutnya














