Banda Aceh (ADC) – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh terus melakukan pencegahan terhadap bahaya dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba kepada seluruh warga Kota Banda Aceh. “Kami BNNK komit dan terus berupaya menghimbau masyarakat agar tanggap terhadap bahaya narkoba,” kata Hasnanda Putra ST MM MT, Kepala BNNK Banda Aceh dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan, di Media Center Kantor BNNK Banda Aceh, di Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Rabu (4/9/2019).
Kepala BNNK Banda Aceh Hasnanda Putra, dalam jumpa pers tersebut turut didampingi Kasubbag Umum Fuzla Hanum SEAk MSAk, Kasi Rehabilitasi Desi Rosdiana SKM, menegaskan BNN sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban penuh dalam penanganan permasalahan Narkoba di Indonesia, menjadi garda terdepan dalam memutuskan langkah dan kebijakan yang diambil guna mengatasi peredaran gelap Narkoba dan menekan laju angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba. “BNN Kota Banda Aceh terbentuk sejak 8 Maret 2018 sampai 2019 dengan Polri, TNI, Satpol PP dan stakeholder lainnya telah serta terus bekerja sama melakukan pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk kejahatan Narkoba,” ujarnya.
Menurut Hasnanda Putra, langkah-langkah preventif ditempuh sebagai upaya untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap Narkoba. “Dalam menekan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba menyasar kaum muda (anak-anak, remaja, pelajar, dan mahasiswa) yang merupakan target pasar jaringan sindikat Narkoba,” tuturnya.




