Pidie Jaya (MA) – Asap menari-nari di dapur pembuatan Kue Ade Meutia di pinggir Kota Meuredu Pidie Jaya. Wak Nur seorang wanita tua begitu asiknya mengatur api bakaran sabut kelapa, mengubah adonan menjadi Kue Ade.
“Nyoe Kana siploh loyang yang Ka masak ( ini sudah ada sepuluh loyang yang sudah masak) ” kata Wak Nur pada media ini,(3-12-2019).
Setiap hari Wak Nur bekerja di Ade Meutia bisa menghasilkan Ade hingga 30 loyang. Untuk hasil kerjanya dia mendapatkan jerih sebesar Rp. 2.500 (dua ribu lima ratus rupiah) per loyangnya.

Adonant tepung di campur telur, gula dan santan dimasukkan dalam loyang kemudian di bakar atas dan bawah dengan sabut kelapa. Jadi tidak mengherankan bila saat proses pembakaran Kue Ade, suasana dapur Ade Meutia bergelimang dengan asap.
Pemilik Ade Meutia Merdu Fadli menuturkan setiap hari rata-rata dihasilkan 250 loyang Ade yang berukuran besar dan kecil. ” Ade ukuran besar seharga Rp. 28.000 dan ukuran kecil Rp. 18.000 ” ungkap Fadli . Pada AtjehDayli.id.
Fadli menuturkan usaha penganan tradisional ini, masih menemui berbagai kendala terutama keterbatasan modal usaha. Pungkasnya. (Teuku Maimun).




