‘Beranguskan Cuan’ di Tanah Haram Kuala Genting

‘Beranguskan Cuan’ di Tanah Haram Kuala Genting. [Foto Dok. | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Tim gabungan bergerak, meski berlainan lokasi keberangkatannya, tetapi menuju pada satu titik yang sama [Alur Cina, Kuala Genting] tempat pembabatan mangrove dieksekusi.

Deru mesin boat tek tek, melaju cepat. Membawa puluhan orang berseragam berbeda menembus dan membelah ujung Sungai Tamiang.

Gerakannya misterius tak diketahui oleh siapa pun, sebab tugas yang mereka emban memang rahasia [Hanya pihak tertentu saja yang tahu].

BACA JUGA...  Badan Litbang Diklat Kumdil MA RI Adakan FGD di Banda Aceh

Siap memporakporandakan lahan ‘Cuan’ di tanah haram Kuala Genting itu. Meluncur ucapan Dansatgas Korwil PKH Garuda RI Kolonel Infanteri Amrul Huda “Tak ada tawar menawar pembabatan HL Mangrove di sini,” katanya tegas disambut Direktur Eksekutif LembAHtari. Sayed Zainal M, SH. “Negosiasi no, kembalikan ke fungsi awal yes,” katanya penuh penekanan.

BACA JUGA...  LEBARAN TANPA TENDA DARURAT

Boat tek tek itu pun lenyap dari kejauhan tatapan mata memandang, hilang di kelokan patah alur sungai ujung Tamiang.

Wajah-wajah sigap, tampak liar memandang bentangan sisa hutan mangrove yang terlihat rimbun.

Namun itu hanya kamuflase saja, ditengah-tengah hutan mangrove indah itu telah gundul dibabat tangan-tangan tak bertanggung jawab yang serakah uang haram. Anehnya, terindikasi salah satu pelakunya juga pemberi wejangan agama di mesjid saat subuh.