Bentara Muda Aceh: Jangan Gadaikan Tanah Beutong Ateuh demi Investasi Maut

Sabtu, 23 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selain ancaman fisik, aspek sosiologis menjadi faktor utama perlawanan. Beutong Ateuh adalah kawasan dengan jejak trauma tragedi kemanusiaan 1999.

Memaksakan masuknya investasi ekstraktif di wilayah ini dipandang sebagai bentuk pengabaian negara terhadap memori kolektif masyarakat.

Secara teknis, lokasi pertambangan tersebut berada di hulu Krueng Seunagan dan Krueng Meureubo.

BACA JUGA...  Sekolah HAM Kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Jika penambangan terbuka (open-pit) diizinkan, risiko sedimentasi dan pencemaran logam berat akan mengalir langsung ke pesisir barat-selatan Aceh, mematikan sektor pertanian, dan merusak suplai air bersih bagi ratusan ribu jiwa.

Rozi Ananda mengajak seluruh mahasiswa, aktivis lingkungan, dan masyarakat Aceh untuk tidak diam.

“Investasi harus tunduk pada hukum alam dan hak rakyat, bukan sebaliknya. Jika pemerintah tetap memuluskan karpet merah bagi PT ACW dan PT HBS, maka mereka secara terang-terangan sedang menantang kemarahan rakyat Aceh,” pungkasnya.

BACA JUGA...  Wartawan Diancam Bunuh Kok Belum Memenuhi Unsur

Hingga saat ini, perlawanan warga tetap solid. Mereka menegaskan bahwa Beutong Ateuh bukan sekadar komoditas dalam lembaran IUP, melainkan ruang hidup yang menjadi martabat bangsa Aceh. Bagi warga Beutong, pilihannya hanya satu: Tolak Tambang atau Hilang Ditelan Bencana. [Umar Hakim].

Berita Terkait

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
SPPG Malaka di Aceh Selatan Dihentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 
Warga di Aceh Selatan Tolak Tambang, Keuchik Alizar: Kami Berpihak Kepada Masyarakat 
Satlantas Polres Asel Gelar Ops Patuh Simpatik, Mengutamakan Edukasi 
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat
Empat Pengurus Forum Pimred Provinsi Resmi Dilantik di Malam Anugerah Pena Emas 2026

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

SPPG Malaka di Aceh Selatan Dihentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Warga di Aceh Selatan Tolak Tambang, Keuchik Alizar: Kami Berpihak Kepada Masyarakat 

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:17 WIB

Satlantas Polres Asel Gelar Ops Patuh Simpatik, Mengutamakan Edukasi 

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:19 WIB

Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri

Berita Terbaru

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB