Sekolah HAM Kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

  • Bagikan
Sekolah HAM binaan LSM Flower Aceh, kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HaKTP) selama dua hari

 36 total views,  4 views today

Sekolah HAM Kampanyekan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

BANDA ACEH (MA) – Menyambut 16 Hari Anti Kekersan Terhadap Kaum Perempuan (HaKTP); Sekolah Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Aceh, serukan kampanyekan anti-violence against women. Yang diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya.

Itu hal menarik yang dilakukan sekolah HAM binaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Flower Aceh didua tempat berbeda selama dua hari, 13-14 November 2021 di Banda Aceh.

Begitu penegasan, Bayu Satria; Campaign Specialist Flower Aceh. Pada mediaaceh.co.id. Selasa, 16 November 2021 di Banda Aceh.

Sekolah HAM Flower Aceh bersama 21 mahasiswa magang dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, YouthID dan komunitas surfing yang tergabung dalam Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Aceh mengadakan kegiatan bertema ‘Human Right Camping’ selama dua hari, 13-14 November 2021, di Riverside Resort Lhoknga dan Pantai Babah Dua Lhoknga, Aceh Besar.

Bayu mengatakan; kegiatan dilaksanakan selama dua hari di tempat yang berbeda. Hari pertama, peserta melakukan berbagai kegiatan seperti, diskusi panel dengan tema ‘Ngobrolin HAM’, diskusi ringan kelompok muda, main game, hingga BBQ + nonton bareng film ‘Pad Man’ di Riverside Resort Lhoknga.

Kemudian, hari kedua, peserta melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, penyerahan sertifikat secara simbolis dan makan siang bersama di Pantai Babah Dua, Lhoknga, Aceh Besar.

Bayu mengatakan pelaksanaan Human Right Day ini merupakan bagian dari rangkaian 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HaKTP).

“Pada tahun 2021 ini, Flower Aceh melakukan aksi kolaborasi isu HAM dengan isu lingkungan. Aksi yang dilakukan merupakan “Human Right Camp 2021” yang merupakan bagian dari kegiatan Sekolah HAM Flower Aceh,”papar Bayu

Bayu menjelaskan, dengan melibatkan kelompok muda universitas dan komunitas, diharapkan aksi baik untuk pemenuhan HAM di Aceh dapat menjadi gerakan masif dikalangan generasi muda, Senin 15 November 2021.

“Kegiatan ini juga menjadi salah satu bagian dari rangkaian persiapan 16 HaKTP, dimana dijadwalkan 16 HaKTP nanti akan diramaikan dengan kampanye media sosial berkala dan ditutup dengan webinar,”terangnya.

Wakil Kepala Sekolah HAM Flower Aceh, Gebrina Rezeki, menyebutkan tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan anak muda mengenai HAM dan kaitannya dengan isu lingkungan serta isu kekerasan terhadap perempuan.

“Kemudian menjadi ruang silaturahmi sembari penutupan program magang mahasiswa,” tutur Geby didampingi Staf Flower Aceh, Puteri Handika.

Penanggung jawab kegiatan, Zahara Maumura, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Human Right Camp 2021.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pengalaman baru untuk anak muda agar lebih peka terhadap isu kekerasan terhadap perempuan.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, kami sangat bahagia dan gembira, dari kegiatan ini banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat. Mulai dari kerja sama yang bagus bersama teman-teman, hingga menjalankan kegiatan dengan baik,” ungkap Maura.

Koordinator PSOI Aceh, Haikal, menyampaikan ini pertama kalinya komunitas surfing diajak untuk menyuarakan isu tentang kekerasan terhadap perempuan.

Haikal mengharapkan, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian sesama terhadap kekerasan.

“Komunitas surfing sangat senang dengan adanya kegiatan ini, kami juga bisa berbagi bersama, kami dapat ilmu terkait isu HAM, mereka dapat ilmu bagaimana cara surfing,” tutupnya. [Ali Akbar].

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...