SPPG Malaka di Aceh Selatan Dihentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi bangunan dapur SPPG Malaka Kluet Tengah yang disuspend BGN karena tidak memenuhi standar.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Situasi bangunan dapur SPPG Malaka Kluet Tengah yang disuspend BGN karena tidak memenuhi standar.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malaka, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, untuk sementara menghentikan operasional pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian tersebut dilakukan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Aceh Selatan, Yona, mengatakan SPPG Malaka disuspend selama maksimal 90 hari untuk memberikan kesempatan kepada pengelola melakukan pembenahan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan BGN.

Menurut Yona, terdapat tiga kelompok persoalan yang menjadi dasar penghentian sementara operasional SPPG tersebut. Pertama, terkait infrastruktur, sarana dapur, dan higienitas yang dinilai belum memenuhi standar.

“Untuk SPPG Kluet Tengah Malaka Aceh Selatan disuspend sementara sampai 90 hari,” kata Yona melalui pesan WhatsApp, baru-baru ini.

BACA JUGA...  SAPA Soroti Pokir DPRA, Desak Publikasi untuk Mencegah Penyimpangan

Ia menjelaskan, selain persoalan infrastruktur dan dapur, aspek kebersihan serta higienitas juga menjadi perhatian penting. Hal tersebut berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat program MBG, khususnya siswa di wilayah pedalaman dan terpencil.

Kedua, BGN menemukan persoalan pada aspek manajemen organisasi, instruktur, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) tim yang dinilai belum terorganisasi dengan baik.

Ketiga, terdapat persoalan pada administrasi operasional, terutama terkait kelengkapan dokumen dan pelaporan pelaksanaan program MBG yang belum ditata secara optimal.

“Alasannya sesuai surat dari BGN, karena SPPG belum memenuhi standar dalam tiga hal, yaitu infrastruktur, sarana dapur dan higienitas. Kemudian manajemen organisasi, instruktur dan SOP tim, serta administrasi operasional,” jelas Yona.

BACA JUGA...  Baital Mukadis Jabat Ketua Kwarcab Pramuka Aceh Selatan 

Atas dasar hasil evaluasi tersebut, BGN sebagai otoritas yang membina dan mengawasi pelaksanaan SPPG mengambil langkah penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG Malaka.

Yona menegaskan, penghentian tersebut bukan bersifat permanen. Pengelola masih diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan terhadap seluruh aspek yang menjadi temuan.

“Jika sudah memenuhi standar dan lolos verifikasi BGN, maka operasional akan dibuka kembali,” katanya.

SPPG Malaka berada di Kecamatan Kluet Tengah, sekitar 50 kilometer dari pusat Kabupaten Aceh Selatan, Tapaktuan. Keberadaan dapur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program MBG bagi masyarakat, khususnya para siswa yang berada di wilayah pedalaman dan terpencil.

BACA JUGA...  Lima Rumah Warga Tertimpa Batu Besar dan Butuh Bantuan

Secara keseluruhan, di Aceh Selatan terdapat sekitar 30 dapur SPPG. Dari jumlah tersebut, SPPG Malaka menjadi salah satu yang dikenakan penghentian sementara selama 90 hari berdasarkan hasil evaluasi BGN.

Sementara itu, sejumlah SPPG lainnya di Aceh Selatan masih beroperasi meskipun disebut belum seluruhnya memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama agar seluruh penyelenggara SPPG dapat memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, tata kelola organisasi, serta administrasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang aman bagi masyarakat penerima.(Maslow Kluet)

Berita Terkait

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 
Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Taufik Jadi Plt Sekda Aceh
Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H
Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0
Satu Data, Sasaran Nyata
Teuku Adian Makmur Dilantik 

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Ayah Wa Ajak Masyarakat Aceh Utara Semarakkan Maulidur Rasul 12 Rabiul Awal 1448 H

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0

Berita Terbaru

POLITIK

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB