Baik tak Berujung Lurus

Foto : Ilustrasi Pengkhianat

Memperbaiki sarana dan prasarana lain yang rusak, akibat dampak banjir di akhir 2022 lalu. “Dan itu, sifatnya urgent, harus segera dilakukan perbaikan. Saya harus lari 100 mengejar ketertinggalan itu, Insha Allah sudah kita perbaiki” katanya.

Ribuan hektar lahan pertanian masyarakat hancur karena genangan air luapan DAS Tamiang, menjadi perhatian sangat serius bagi Pemkab Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Meurah Budiman Serahkan Sertifikat Merek Kepada Pelaku Usaha di Aceh

Sarana ibadah [Mesjid], GOR, Stadion, Kesehatan, Pendidikan, RSUD. PR besar sebagai upaya standarisasi Kabupaten yang representatif yang baik dan indah.

Tak hanya itu, tinjauan terus dilakukan Meurah untuk menyerap berbagai ketimpangan dan kekurangan yang harus dibenahi.

PR lainnya, seperti sedimentasi [pendangkalan] Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang yang bermuara ke Kuala Penaga, Kuala Genting sudah membentuk delta dan pantai baru akibat banjir.

BACA JUGA...  'Abi’ Ilegal dan ‘Sengkuni’ Mafia Proyek

“Untuk mengatasi banjir, aliran arus airnya harus diminimalisir agar terusan sungai dari Hulu ke Hilir lancar mengalir ke laut lepas, ini harus kita upayakan, masuk dalam kategori urgent sifatnya segera,” jelas Meurah.

Serapan itu, adalah mengejar tugas seratus hari Meurah Budiman sebagai Penjabat Bupati Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, memperbaiki infrastruktur.