“Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” kata Rizki.
Tak hanya mempertahankan kinerja, perusahaan juga mulai menunjukkan tanda pemulihan. Sejak kuartal IV 2025, SBI mencatat tren perbaikan yang berlanjut pada kuartal I 2026. Volume penjualan meningkat 9 persen, melampaui pertumbuhan pasar nasional yang berada di angka 5 persen.
Pendapatan perusahaan pada awal 2026 tercatat sebesar Rp2,56 triliun. Menariknya, lebih dari separuh atau sekitar 56 persen pendapatan berasal dari solusi berkelanjutan, menandakan adanya pergeseran strategi bisnis menuju produk dan layanan yang lebih ramah lingkungan.
Laba bersih pada kuartal I 2026 juga melonjak signifikan sebesar 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang efisiensi operasional, penguatan strategi pemasaran, serta keterlibatan perusahaan dalam berbagai proyek infrastruktur.
Selain fokus memperkuat pasar domestik, SBI juga mulai mengincar pasar global. Perusahaan kini menyiapkan ekspor perdana ke Amerika Serikat melalui fasilitas dermaga dan produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang telah rampung dibangun. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas 500 ribu hingga satu juta ton semen per tahun untuk mendukung peningkatan utilisasi pabrik sekaligus memperluas pasar ekspor.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















