Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda strategis lainnya, termasuk pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai direktur hingga 2031, pengesahan laporan keuangan 2025, penunjukan auditor eksternal tahun buku 2026, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta perubahan anggaran dasar perusahaan.
Sebagai entitas anak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan kepemilikan saham mayoritas 83,52 persen, Solusi Bangun Indonesia saat ini mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi, termasuk fasilitas di Lhoknga, Aceh, melalui anak usaha PT Solusi Bangun Andalas. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu penopang kapasitas produksi perusahaan yang mencapai 14,86 juta ton semen per tahun.
Di tengah industri yang masih berat, pembagian dividen dan tren pemulihan kinerja SBI memperlihatkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan agenda transformasi bisnis jangka panjang. (R)




