TAPAKTUAN | MA — Badan jalan Provinsi lintasan Bulohseuma Asel-Kuala Baru Singkil yang beraspal sebagian, kini dalam kondisi hancur-hancuran.
Sebagaimana laporan para pelintas, saat mudik lebaran, pekan lalu, badan jalan tersebut telah ditutupi tumbuhan dan liar. Pada bagian kiri-kanannya, menjalar akar-akar dan hampir dipenuhi semak belukar.
Dari pemandangan itu, bisa disimpulkan, bahwa badan jalan yang melintas dua kabupaten yang bertetangga yakni Asel dan Singkil tidak terawat.
Dilaporkan, aspal badan pada lokasi tertentu tidak terlihat lagi dan di lokasi lainnya hanya tampak sebagian saja.
“Betul-betul rusak dan kesannya tidak terurus, beberapa unit jembatan sudah patah,” kata seorang pelintas Kurniawan (38), pekan lalu.
Sebagaimana diketahui, lintasan jalan kawasan Bulohseuma Asel-Kuala Baru Aceh Singkil mencapai 70 Km yang bisa “dikawinkan” antar kedua daerah terpencil itu menjadi kawasan baru perekonomian di Aceh.
Sementara itu, sebagian penduduk Kemukiman Bulohseuma Trumon Asel sejak beberapa tahun terakhir, dilaporkan mulai kecewa karena sarana perhubungan menuju pemukiman mereka tidak diperhatikan lagi setelah diaspal sekitar 8-9 tahun lalu.
Optimisme warga kala itu, ketertinggalan pembangunan ekonomi dan sosial kemasyarakatan di kawasan itu akan segera berubah, menyusul janji
Muzakir Manaf sebelum menjadi gubernur Aceh.





