Ayah Wa Tepati Janji, Air Irigasi Krueng Pase Mulai Mengalir ke 8.922 Hektare Sawah

Bendungan Krueng Pase Aceh Utara.

ACEH  UTARA | MA – Bupati Ismail A. Jalil, SE .,MM atau yang akrab disapa Ayah Wa, merealisasikan komitmennya dalam percepatan rehabilitasi Bendung Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia.

Uji coba pengaliran air resmi dimulai pada Jumat (27/2/2026), tepat dua pekan setelah peninjauan lapangan yang ia lakukan sebelumnya.

BACA JUGA...  Laporan Pengawasan Pengendalian Inflasi, Aceh Utara Teratas 

Langkah cepat tersebut menjadi capaian penting dalam progres penyelesaian bendung menjelang peresmian dan pengoperasian secara fungsional. Uji coba ini sekaligus menjawab kebutuhan mendesak air irigasi bagi ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang selama ini terdampak kerusakan infrastruktur.

Bendung Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase diketahui mengairi sekitar 8.922 hektare sawah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, yakni Meurah Mulia, Samudera, Matangkuli, Tanah Luas, Nibong, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, dan Tanah Pasir, serta satu kecamatan di Kota Lhokseumawe, yaitu Blang Mangat. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung sistem irigasi dan penopang utama produktivitas ribuan petani di kawasan tersebut.

BACA JUGA...  Rapat Paripurna DPRK Sabang ke 12 Masa Sidang I Tahun 2019-2020 Ditutup

Sebelumnya, bendung peninggalan era kolonial Belanda itu mengalami kerusakan parah pada 2020 akibat dihantam banjir dan tingginya debit air. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh banjir bandang dan longsor pada 2025 yang menyebabkan aliran air ke areal persawahan terhenti total. Akibatnya, petani terpaksa mengandalkan curah hujan, sehingga musim tanam tertunda dan risiko gagal panen meningkat.