Dengan dimulainya uji coba pengaliran, harapan baru pun tumbuh di kalangan petani. Bakhtiar, seorang petani di Kecamatan Meurah Mulia, mengatakan bahwa sejak pintu sayap kiri bendung dibuka, air mulai mengalir ke sawah warga.
“Alhamdulillah, hari ini air sudah mulai mengalir ke persawahan kami. Terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Utara Ayah Wa yang telah menepati janjinya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menuturkan sebagian lahan persawahan masih tertutup lumpur dan material sisa banjir, sehingga proses tanam belum dapat berjalan maksimal. Petani harus bekerja ekstra membersihkan endapan lumpur sebelum kembali turun ke sawah.
“Kami harus membersihkan lumpur terlebih dahulu sebelum bisa tanam lagi. Mudah-mudahan dengan air yang sudah mulai mengalir, lahan segera pulih dan kami bisa turun tanam serentak,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap pembersihan endapan lumpur sisa bencana banjir pada November 2025 lalu, serta melakukan normalisasi saluran sekunder dan tersier agar distribusi air merata hingga ke seluruh areal persawahan.
“Jika saluran pembawa dan saluran kecil belum dibersihkan, air tidak akan mengalir sampai ke semua sawah. Kami berharap ada gotong royong bersama atau dukungan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan,” tambahnya.




