APEL Green Aceh Gugat Keterbukaan Informasi Investasi Rp200 Triliun di Nagan Raya ke KIA

Selasa, 4 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Yayasan APEL Green Aceh, Rahmad Syukur.

Direktur Yayasan APEL Green Aceh, Rahmad Syukur.

Melalui mekanisme sengketa informasi di Komisi Informasi Aceh, Yayasan APEL Green Aceh meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membuka sejumlah dokumen yang berkaitan dengan rencana investasi tersebut, di antaranya salinan Memorandum of Understanding (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), Letter of Intent (LoI), atau dokumen kerja sama lainnya, identitas investor atau konsorsium, ruang lingkup investasi, kajian dan proposal, berita acara maupun notulen rapat, status terkini realisasi investasi, lokasi dan luas kawasan yang direncanakan, organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab melakukan pengawasan; serta dokumen perizinan yang telah diterbitkan.

BACA JUGA...  Kajati Aceh Ekspose Perkara Kejari Nagan Raya untuk Penyelesaian Lewat Restorative Justice

APEL Green Aceh menegaskan bahwa permintaan informasi tersebut merupakan pelaksanaan hak warga negara sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurut organisasi tersebut, keterbukaan bukanlah hambatan bagi investasi, melainkan prasyarat penting untuk membangun kepastian hukum, legitimasi publik, dan kepercayaan masyarakat.

Rahmad juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan Beutong Ateuh yang dinilai memiliki nilai ekologis tinggi. Kawasan tersebut merupakan bagian dari bentang alam yang menopang keanekaragaman hayati, menjadi sumber air bagi masyarakat, serta mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga yang bergantung pada kelestarian lingkungan.

BACA JUGA...  Masyarakat Minta HGU PT. GSM Sawita Makmur Tidak Diperpanjang

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan
Anwar Tgk Rabo Pimpin PSI Aceh
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB