Anwar Idris Apresiasi Penemuan Cadangan Migas di Aceh 

Senin, 25 Juli 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI dari fraksi PPP Drs. H. Anwar Idris.

Anggota DPR RI dari fraksi PPP Drs. H. Anwar Idris.

Jakarta, MEDIAACEH.co.id Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Drs. H. Anwar Idris, pada  media ini Senin, (25/7/2022) mengatakan turut mengapresiasi atas kinerja jajaran SKK Migas dan Primer Oil yang telah berhasil menemukan harta karun cadangan Minyak Bumi dan Gas (Migas) di blok Andaman II 150 Kmb lepas Pantai Aceh.

Penemuan Migas, sebut Anggota DPR RI Dapil II Aceh ini berdasarkan pengujian menyalurkan Gas 27 kaki kubik dan 1884 barel kondensat per hari.

BACA JUGA...  19 Tahun Perdamaian Aceh: Sebuah Refleksi dan Harapan

“Penemuan ini merupakan kabar baik dan menggembirakan, kita harap penemuan tersebut akan memberikan kontribusi bagi upaya pencapaian target 2030 yaitu produksi Minyak 1 juta BOPD dan Gas 12 Miliar BSCFD,” ungkap Legislator PPP asal Aceh ini.

Dikatakan Anwar Idris, sebelumnya Kementrian ESDM RI mengasumsikan cadangan minyak hanya bisa sampai 9,5 tahun atau 4,17 Miliar barel dan cadangan 2,44 miliar barel per tahun 2020, dengan asumsi tidak ada penemuan cadangan baru kedepannya.

“Dengan penemuan ini juga, kami harap pihak ESDM, SKK Migas harus terus bergerak secara cepat melakukan kajian penelitian menindaklanjutinya,’ kemudian setidaknya harus ada target dalam 3-4 tahun ke depan sudah bisa berproduksi setelah dilakukan tahapan Eksplorasi dan Ekploitasi di laut perairan lepas pantai Aceh,” katanya.

BACA JUGA...  Bank Aceh dan Muhammadiyah MoU Pelayanan Keuntungan Perbankan

Selanjutnya, kata Anwar apa yang dilakukan oleh Premier Oil’ hal ini membuktikan bahwa Indonesia masih merupakan target utama dalam eksplorasi Migas. Menurutnya, tak hanya Blok Andaman I, II dan III, yang potensinya mencapai 6 Triliun kubik, potensi migas yang menjanjikan bagi devisa negara dan rakyat Aceh yang juga menjadi salah satu sumber pendapatan Pemerintahan Aceh selaku daerahnya penghasil Migas yang diharapkan dari blok offshore North West Aceh (Meulaboh) dan blok offshore Singkil.

BACA JUGA...  Oman Siap Dukung Pengembangan Pariwisata di Aceh

Pemerintah Pusat khususnya, Kementerian ESDM, SKK Migas harus lebih kerja keras dan serius mengkaji ini, termasuk membuat regulasi yang menarik investor dan menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi negara dan kemakmuran rakyat serta kesejahteraan mada depan Bangsa Indonesia, tandasnya. (Iqbal).

Berita Terkait

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 
Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 
Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh
Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M
Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:23 WIB

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 September 2026 - 17:58 WIB

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 September 2026 - 16:15 WIB

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 September 2026 - 15:49 WIB

Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:39 WIB

Ketua PSI Provinsi Aceh, Anwar Tgk. Rabo.

PERISTIWA

PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:34 WIB

KESEHATAN

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Rabu, 23 Sep 2026 - 22:58 WIB

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB