Air yang Kembali Pulang; Harapan Baru Petani Seuneubok Punti

Asa menggeliat di aliran air irigasi.

“Kami di Hutama Karya berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pembangunan saluran irigasi bukan hanya soal konstruksi fisik, tetapi tentang memastikan air dapat mengalir dengan baik sehingga masyarakat [terutama petani] mendapatkan manfaat nyata di lapangan.”

DI sebuah pagi yang masih berkabut, deru mesin diesel itu terdengar pelan dari kejauhan. Bukan lagi suara alat berat yang menggali tanah, tetapi bunyi pompa air milik warga Seuneubok Punti yang kini bekerja lebih tenang karena aliran air tidak lagi sesulit tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA...  Anugerah di Serambi Pers; Saat Aceh Tamiang Menggaungkan Etika dan Kebersamaan Media

Di hamparan sawah yang membentang, petani mulai memeriksa tangkai padi yang kian menguning.

Di antara mereka, ada senyum yang tidak lagi sekadar berharap [tetapi percaya bahwa perubahan itu sedang terjadi].

Pembangunan saluran irigasi di kawasan Seuneubok Punti, Aceh Tamiang, yang dikerjakan melalui kontraktor BUMN PT Hutama Karya, telah menjadi bagian dari percakapan warga.

BACA JUGA...  Rakyat Miskin Ekstrem Wilayah Pesisir Indonesia dan Asia Tenggara: Butuh Perbaikan Regulasi Skala Nasional

Tidak semua memahami teknis pekerjaannya, tidak semua tahu bagaimana proses konstruksinya. Namun bagi masyarakat, yang paling terasa adalah satu hal; air kembali mengalir.

Suara Warga yang Kembali Optimis.

HASAN, seorang petani berusia 54 tahun, pernah bercerita bagaimana ia harus menunggu hujan turun sebelum berani menanam.

“Kalau irigasinya buntu, kami cuma bisa pasrah. Tanam sekali gagal, modal hilang, hutang nambah,” katanya sambil menyeka keringat.

Kini, meski belum sempurna dan masih membutuhkan pemeliharaan lanjutan, aliran irigasi sudah mulai menunjukkan fungsinya.