Bahkan lebih tragis lagi benih dan biaya olah tanah dan tanam kendati Kelompok sudah di suruh membuka rekening di BNI Namun uang yang dijanjikan sampai saat ini belum ada sama sekali kata sejumlah kepala BPP Kecamatan di Kutacane.
Padahal sesuai informasi dari Kementerian pertanian yang di peroleh bahwa Biaya bahan Bakar Miyak (BBM) mobilisasi alat pertanian juga di siapkan melalui sistem transfer barang dan uang.
Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dinas Pertanian Aceh Tenggara; Rayani SE; ketika ditanya membenarkan Aceh Tenggara mendapat bantuan program PATB tahun 2020 seluas 500 Hektar. Namun tidak ada Benih dan Biayanya pengolahan.
Ketua Komisi B DPRK Aceh Tenggara, Musyadi, yang turut di dampingi Jamudin Selian Wakil Ketua I Dewan setempat menanggapi; agar Bantuan lewat program PATB untuk masyarakat ini agar sepenuhnya disalurkan seauai spek dan mekanismenya
Sebab Musyadi melihat; selama ini memang pihak Dinas Pertanian Agara tidak pernah melibatkan Dewan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat dan terkesan kurang transparan padahal salah satu Tupoksi Dewan itu adalah melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah dalam pelaksanaan pelayanan dan pembangunan kepada masyarakat. [Kasirin].




