ACEH TAMIANG YANG RETAK DAN MEREKA YANG MEMILIH HADIR

Ridwan Husny dan pengungsi

Malam-malam menjadi sangat panjang dan gelap. Di beberapa sudut kota, warga terpaksa memungut makanan yang hanyut dari ruko-ruko yang jebol. Bertahan hidup menjadi satu-satunya agenda.

Di tengah keputusasaan itu, setiap bantuan—sekecil apa pun—bermakna besar. Ia bukan hanya soal makanan, tetapi tentang rasa diingat dan diakui sebagai manusia.

BACA JUGA...  DUKUNGAN MENDAGRI DAN UJIAN PEMULIHAN ACEH TAMIANG

Ketika Dunia Usaha Turun ke Lumpur

DI KECAMATAN Sungaiyu, salah satu wilayah paling parah terdampak, sebuah truk bantuan memasuki area pengungsian. Tidak ada spanduk besar. Tidak ada seremoni.

Yang turun dari kendaraan hanyalah paket-paket sembako dan orang-orang yang memilih bekerja dalam diam.

Tanggal, 13 Desember 2025. PT Bahari Lestari (BHL) Group bersama CV Akila kembali hadir, membagikan 900 paket sembilan bahan pokok untuk warga Kecamatan Kota Kualasimpang, Sungaiyu, dan Seruway.

BACA JUGA...  KETIKA RUMAH SAKIT HAMPIR TENGGELAM

Sebelumnya, kedua perusahaan ini juga telah menyalurkan 1 ton beras, 40 kotak mie instan, 10 ikat telur, 150 kilogram gula pasir, serta ratusan ikan kaleng bagi warga Sungaiyu yang terdampak paling parah.

Ir. Ridwan Husny, mewakili manajemen PT BHL Group dan CV Akila, terlihat mondar-mandir di lokasi. Bajunya basah, sepatunya kotor oleh lumpur, tetapi langkahnya mantap.