Ia tak sekadar mengawasi, melainkan ikut memanggul, mengatur, dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Di hadapan tenda-tenda BNPB dan BPBD, Ridwan menahan getir. Ia menyaksikan langsung wajah-wajah yang kehilangan segalanya.
“Kami hadir untuk meringankan beban para korban terdampak bencana maha dahsyat yang melanda Aceh. Ini bukti bahwa kami bersama mereka yang bertahan hidup di tenda-tenda darurat dan posko pengungsian.”
[Ir. Ridwan Husny. Perwakilan PT Bahari Lestari Group & CV Akila].
Bantuan yang Sederhana, Arti yang Besar
BANTUAN yang dibagikan berisi kebutuhan paling mendasar:
beras, minyak goreng, telur, gula, mie instan, roti kering, dan susu.
Di hari-hari normal, isi paket itu mungkin terlihat biasa.
Namun di tengah krisis, ia menjadi penentu; apakah sebuah keluarga bisa makan hari ini atau tidak.
Ridwan tidak menutup mata bahwa bantuan itu tidak sebanding dengan derita yang dialami warga.
“Bantuan kami memang tidak seberapa dibandingkan penderitaan yang mereka alami. Banyak yang kehilangan anak, orang tua, ibu, bapak, dan harta benda. Tapi kami hadir agar mereka bisa bertahan hidup sementara di penampungan dan tenda darurat.”
— Ir. Ridwan H
PT BHL Group dan CV Akila telah hadir sejak 3 Desember 2025, digerakkan oleh empati yang tumbuh bukan dari kewajiban administratif, melainkan panggilan kemanusiaan.




