Aceh Kreatif: Komisaris BAS Perlu Dilakukan Penyegaran

Selasa, 4 Oktober 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yayasan Aceh Kreatif (AK) Delky Nofrizal Qutni.

Ketua Yayasan Aceh Kreatif (AK) Delky Nofrizal Qutni.

BANDA ACEH, (MA) Komitmen dan kebijakan berani Pj Gubernur Aceh Mayjen Achmad Marzuki untuk melakukan pembenahan manajemen hingga komisaris PT Bank Aceh Syariah akan menjadi salah satu terobosan yang dinantikan oleh masyarakat Aceh.

“Bank milik rakyat Aceh ini belum begitu menyentuh masyarakat kecil terutama dalam pembiayaan, dan juga masih belum maksimal memanfaatkan kemajuan teknologi,” kata Ketua Yayasan Aceh Kreatif (AK) kepada media lewat rilisnya, Selasa, (4/10/2022).

Hal ini juga, katanya, tidak terlepas dari peran komisaris yang kurang memahami perbankan dan kurang profesional, sehingga bank kebanggaan rakyat Aceh ini masih kurang berpihak kepada rakyat kecil.

Menurut Aceh Kreatif, jabatan komisaris BAS saat ini dipilih berdasarkan kedekatan dengan pemegang saham pengendali sebelumnya bukan karena kemampuan pihak terkait di bidang perbankan, sehingga tugas yang dijalankan terkesan hanya menerima apa adanya.

“Karena jabatan komisaris diserahkan kepada pihak yang tidak memahami betul dunia perbankan, alhasil ide-ide baru tidak pernah muncul, produk-produk baru juga jarang ada di BASi ini, bahkan tabungannya saja masih produk lama. Komisaris selama ini terkesan hanya duduk manis dan kelihatannya justru malah terindikasi menjadi rusaknya hubungan harmonis dalam menjalankan roda organisasi di Bank plat merah tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA...  Mualem dan Tagore AB Hadiri Audiensi Nasional Bersama Kepala BKN RI

Masyarakat Aceh, kata Delky, ingin melihat bank ini berada di garda terdepan dalam majukan umkm yg menjadi pilar pembangunan ekonomi indonesia saat ini. ” Aceh sebagai daerah termiskin di Sumatera, peran bas sangat diharapkan dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh,”imbuhnya.

Mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA) itu menegaskan, Pj Gubernur Aceh sebagai pemegang saham pengendali diminta untuk segera meninjau dan menetapkan ulang semua komisaris agar Bank Aceh Syariah ini dapat bergerak maju dan go internasional. “Jadi, yang diharapkan baru nantinya bukan hanya direksi, tetapi komisaris juga perlu diganti dan diperbaharui. Berikan jabatan komisaris itu kepada sosok yang memang paham dan profesional di bidang perbankan jika ingin BAS menjadi bank yang mampu menghadapi tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sekedar informasi, pada 2021, jumlah tabungan Bank Aceh naik hingga 14,75 persen atau menjadi Rp 10,55 triliun. Rasio dana murah atau current account saving account Bank Aceh tercatat sebesar 75,08 persen. Jumlah ini terbesar dari seluruh BPD yang ada di Sumatera.

BACA JUGA...  Dari Arab Saudi Wabup Aceh Besar Kirim Doa Buat Bu Ani

Pada 2021, Bank Aceh mencatatkan total aset sebesar aset Rp28,17 triliun atau tumbuh sebesar 11 persen (YoY), dana pihak ketiga tumbuh Rp24,02 triliun atau sekitar 11,3 persen, pembiayaan tumbuh 7 persen menjadi Rp 16,35 triliun. Dan, laba Bank Aceh mencapai Rp392,13 miliar atau tumbuh 17,7 persen. Bank Aceh meraih skor 94,07 persen.

Sayangnya, kata Delky besarnya suntikan modal usaha serta capaian prestasi tadi, justeru tak terlihat bergerak lurus dengan peran nyata Pemerintah Aceh sebagai PSP Bank Aceh Syariat, untuk bergeming dan bergerak ke arah lebih maju, memperbaiki manajemen BAS yang kadung berurat akar.

“Itu tercermin dari proses rekrutmen calon Dirut BAS yang masih mengandalkan figur internal, jika tak elok disebut; ogah membuka diri dan keluar dari “zona aman” alias hanya mengandalkan penyaluran kredit bagi pegawai negeri sipil (PNS). Belum lagi pemilihan komisaris yang hanya berdasarkan kedekatan bukan profesionalitas. Bahkan yang dihasilkan hanyalah komisaris yang mampu duduk manis saja tanpa menjalankan peran maksimal dan menghadirkan gagasan maupun terobosan,” tambahnya.

BACA JUGA...  PIM Desak Pj Gubernur Aceh Segera Ganti Komisaris Utama Bank Aceh

Delky menyebutkan, salah satu hal yang wajib dirombak dan diperbaiki oleh Pj Gubernur Aceh ada di tataran komisaris Bank plat merah ini. agar perjalanan roda organisasi BAS ini dapat dioptimalkan dan menghadirkan terobosan baru maka perlu dilakukan penyegaran komisaris BAS. Untuk itu, Pj Gubernur Aceh harus mencari komisaris yang betul-betul paham bank untuk menjadi energi baru majukan bas ke depan, jangan sosok yang hanya bisa mengambil manfaat dari BAS.

“Sekali lagi, di sinilah komitmen Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dipertaruhkan dan ditagih untuk membangun Aceh, bersama dengan berbagai langkah dan terobosan yang dia lakukan. Apakah Pj Gubernur akan berani melakukan terobosan dan membenahi Bank Aceh Syariah, atau hanya sebatas wacana belaka, hal ini akan jadi penilaian sendiri dari masyarakat Aceh nantinya,”pungkasnya.(Red).

Berita Terkait

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:56 WIB

NANGGROE

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:41 WIB

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB