Sejarah Kopi Gayo: Dari Masa Kolonial hingga Mendunia

Kamis, 9 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaaceh.co.id –  Kabut tipis yang menyelimuti Dataran Tinggi Gayo setiap pagi bukan hanya menghadirkan pemandangan yang memukau. Di balik hamparan kebun hijau yang membentang di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan sebagian Gayo Lues, tersimpan sejarah panjang tentang kopi yang kini menjadi salah satu komoditas paling terkenal dari Indonesia.

Kopi Gayo bukan sekadar minuman. Bagi masyarakat Gayo, kopi adalah bagian dari identitas, budaya, sekaligus penopang ekonomi yang telah menghidupi ribuan keluarga selama lebih dari satu abad. Dari perkebunan yang dibuka pada masa kolonial Belanda hingga menembus pasar Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Timur Tengah, perjalanan Kopi Gayo menjadi kisah tentang bagaimana sebuah komoditas lokal mampu memperoleh pengakuan dunia.

BACA JUGA...  Sejarah Danau Laut Tawar, Jantung Kehidupan Masyarakat Gayo

Awal Masuknya Kopi ke Tanah Gayo

Tanaman kopi pertama kali diperkenalkan ke Indonesia oleh VOC pada akhir abad ke-17. Dari Pulau Jawa, budidaya kopi kemudian menyebar ke berbagai wilayah Nusantara seiring berkembangnya perkebunan kolonial Belanda.

Khusus di Dataran Tinggi Gayo, para peneliti menyebut pengembangan kopi arabika secara serius baru dilakukan setelah Belanda berhasil menguasai wilayah Takengon pada 1904. Pemerintah Hindia Belanda melihat kawasan pegunungan Gayo yang berada pada ketinggian sekitar 1.000–1.700 meter di atas permukaan laut memiliki iklim dan tanah vulkanik yang sangat ideal untuk tanaman arabika.

BACA JUGA...  Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB

NANGGROE

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:44 WIB