Sejarah Kopi Gayo: Dari Masa Kolonial hingga Mendunia

Kamis, 9 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mayoritas kebun kopi di Gayo juga dikelola oleh petani kecil dengan metode tradisional yang menjaga kualitas hasil panen.

Menembus Pasar Dunia

Memasuki era 1980-an hingga 1990-an, permintaan terhadap Kopi Gayo meningkat tajam di pasar internasional.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda, Inggris, hingga Australia menjadi tujuan utama ekspor. Seiring meningkatnya tren kopi spesialti dunia, nama Gayo mulai dikenal sebagai salah satu penghasil arabika terbaik dari Indonesia.

BACA JUGA...  Ketika Belanda Kesulitan Menaklukkan Tanah Gayo: Perlawanan dari Negeri di Atas Awan

Pengakuan internasional semakin kuat setelah Kopi Arabika Gayo memperoleh perlindungan Indikasi Geografis (IG) di Indonesia dan kemudian diakui pula di Uni Eropa serta Inggris. Status tersebut menegaskan bahwa nama “Gayo” hanya dapat digunakan untuk kopi yang berasal dari wilayah geografis tertentu dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Pernah Menghadapi Sengketa Nama

BACA JUGA...  Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Di balik kesuksesannya, Kopi Gayo juga pernah menghadapi persoalan hukum di pasar internasional.

Pada akhir 1990-an, nama “Gayo Mountain Coffee” sempat didaftarkan sebagai merek dagang oleh perusahaan di Belanda. Kondisi ini memicu keberatan dari pelaku usaha Indonesia karena dinilai dapat merugikan petani kopi asal Gayo.

Melalui berbagai upaya hukum dan diplomasi, penggunaan nama Kopi Gayo akhirnya memperoleh perlindungan yang lebih kuat melalui skema Indikasi Geografis, sehingga identitas kopi asal Dataran Tinggi Gayo tetap terjaga.

BACA JUGA...  Syekh Syamsuddin As-Sumatrani, Ulama Besar Aceh yang Mengharumkan Peradaban Islam Nusantara

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB

NANGGROE

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:44 WIB