Di Balik Huntara WiKA, Harapan Baru Warga Aceh Tamiang Tumbuh

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

“Pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan bangunan, tetapi bagian dari upaya menyediakan hunian yang layak dan bermartabat bagi masyarakat terdampak bencana.”

[Rahmadina Alya]

  • Hunian sementara tak lagi sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi ruang pemulihan yang menghadirkan kenyamanan, martabat, dan harapan bagi penyintas banjir bandang.

AIR DATANG tanpa aba-aba. Dalam hitungan jam, banjir bandang meluluhlantakkan rumah, memutus rutinitas, dan menyisakan trauma bagi warga Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Mualem-Dek Fad Menang Pilkada, Ketua IWAJRI Aceh: Harapan Baru untuk Jurnalisme Aceh

Di tengah kehilangan itu, satu per satu harapan mulai dibangun kembali [bukan hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui hadirnya hunian sementara (huntara) yang layak, manusiawi, dan penuh perhatian terhadap kebutuhan dasar penyintas].

PAGI ITU, aktivitas di kawasan huntara Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, mulai menggeliat. Anak-anak berlarian di antara deretan bangunan modular, sesekali terdengar tawa yang sebelumnya sempat hilang sejak bencana melanda.

BACA JUGA...  Dukungan Nelayan untuk Fathani-Zarkasyi di Pusong, Harapan Baru Kota Lhokseumawe

Di sudut lain, beberapa ibu terlihat membersihkan halaman kecil di depan hunian mereka, sementara para pria berdiskusi ringan tentang pekerjaan yang mulai mereka rintis kembali.

Pemandangan tersebut menjadi potret perubahan yang perlahan namun pasti terjadi sejak pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WiKA) membangun hunian sementara bagi warga terdampak banjir bandang.

BACA JUGA...  Bupati Armia Pahmi Harapkan PW HUDA Menjadi Garda Terdepan Pembentukan Masyarakat Madani di Aceh Tamiang

Berita Terkait

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya
Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan
Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong
Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional
Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir
PMI Perkuat Pemulihan Air Bersih Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi: Solidaritas Kemanusiaan yang Menghidupkan Harapan
Fadlon Apresiasi CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia, Rumah Inspirasi Jadi Tonggak Pemulihan Aceh Tamiang
ASN TNI Juga Harus Siap Bertempur

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Dari Makam Pahlawan, Aceh Tamiang Merawat Ingatan Perjuangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Doa Dan Merah Putih: Ikhtiar Korem 011/lilawangsa Merawat Nasionalisme di Tanah Rencong

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Berita Terbaru

Eks GAM Denmark Tarmizi Age.

PEMERINTAHAN

Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:03 WIB

NEWS FEATURE

Merah Putih di Muara, Tuntong Laut Pulang ke Rumahnya

Selasa, 18 Agu 2026 - 00:31 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Ajak Pemuda Jauhi Narkoba dan Judi Online 

Senin, 17 Agu 2026 - 18:02 WIB

OPINI

Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian

Senin, 17 Agu 2026 - 17:55 WIB

RAGAM BERITA

HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh

Senin, 17 Agu 2026 - 17:50 WIB