MBG DI TENGAH LUKA BANJIR

“Sebagai orang tua, kami tidak hanya butuh sekolah berdiri lagi, tapi anak-anak kami juga harus sehat. MBG ini sangat membantu, apalagi setelah banjir, ekonomi kami juga belum pulih. Anak-anak makan di sekolah, kami merasa lebih tenang.”

[Suryani (38), orang tua murid SD Negeri 19 Matang Serdang].

  • Ketika Makan Bergizi Gratis Menjadi Penguat Harapan Anak Pedalaman Aceh Utara
BACA JUGA...  ‎Dari Langkahan Hingga Sawang, Ayah Wa Terobos Seluruh Wilayah Terisolir Banjir di Aceh Utara 

BANJIR bandang yang melanda wilayah pedalaman Aceh Utara bukan hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga memutus banyak hal paling mendasar; rasa aman, rutinitas, dan kepastian hidup anak-anak.

Di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, anak-anak sekolah tumbuh dalam situasi darurat yang panjang; ruang belajar terbatas, fasilitas rusak, dan trauma masih tersisa.

Di tengah situasi itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir bukan sekadar sebagai program pangan, tetapi sebagai penopang psikologis dan simbol kehadiran negara di wilayah yang jarang menjadi pusat perhatian.

BACA JUGA...  Polres Asel Bersama BPBD dan Brimob Bersihkan Material Banjir Bandang 

MBG MENJANGKAU PEDALAMAN TERDAMPAK BANJIR

PASCA bencana banjir bandang, pelayanan pemenuhan gizi melalui Program MBG disalurkan hingga ke wilayah pedalaman Desa Matang Serdang. Program ini menyasar anak-anak sekolah dasar yang menjadi kelompok paling rentan terhadap dampak krisis pascabencana.