SPS Aceh Bantu Korban Banjir Pijay

SPS Peduli
Pengurus SPS Aceh menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Pidie Jaya, Selasa, 16 Desember 2025. Foto: Dok SPS Aceh

BANDA ACEH (MA)– Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (16/12/2025). Bantuan berupa sembako dan makanan ringan diserahkan di Posko Dapur Umum Gampong Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu.

Ketua SPS Aceh, Muktarrudin, melalui Ketua Panitia SPS Peduli, Nazarullah, menjelaskan bahwa donasi berasal dari anggota SPS Aceh yang digalang sejak beberapa hari setelah bencana melanda sejumlah kabupaten di Aceh.

BACA JUGA...  Wartawan TV One Tumbang Saat Liput Kunjungan Mendagri ke Langkahan

“Alhamdulillah, donasi dari teman-teman anggota SPS Aceh sudah berhasil kita kumpulkan dan kita salurkan kepada salah satu titik posko korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya,” ujar Nazarullah.

Keuchik Gampong Mesjid Tuha, Dedi Kuesnedy, yang menerima langsung bantuan tersebut, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian SPS Aceh. Ia berharap organisasi perusahaan media itu terus berjaya di Aceh.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Utara Ayah Wa Dampingi Mendagri Tito Karnavian Ke Lubok Pusaka, Langkahan 

“Kami sangat terharu dengan kepedulian bapak-bapak yang telah datang menjenguk kami di sini. Semoga Allah membalas kebaikan bapak dan SPS tetap berjaya terus di Nanggroe Aceh Darussalam ini,” ujar Dedi, diamini oleh puluhan panitia dapur umum dan para korban banjir yang hadir.

Menurut Keuchik Dedi, jumlah warga Gampong Mesjid Tuha yang terdampak banjir mencapai 1.639 jiwa, terbagi ke dalam dua dapur umum. Dapur umum pertama telah beroperasi, dan baru-baru ini dibuka dapur umum kedua untuk mempermudah pelayanan kepada warga.

BACA JUGA...  Aceh Tengah Tetapkan Status Transisi Darurat Pemulihan Selama 90 Hari

Bantuan yang disalurkan saat itu meliputi beras, minyak goreng, mie instan, dan roti Unibis.

Sebagai informasi, Kabupaten Pidie Jaya termasuk wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang pada akhir November lalu. Ratusan hektar lahan pertanian rusak, dan ratusan rumah warga mengalami kerusakan berat maupun ringan. (R)